Pendeta Pencuri

Terang buat jalan kita dan pelita bagi kaki kita, dan menyegarkan jiwa kita.

08 May 2020 | 459 kata | 2+ menit

Seorang Pendeta diundang makan malam oleh sepasang suami istri di rumah mereka.

Setelah makan bersama, Pendeta itu pulang. Sang istri berkata kepada suaminya, “Pah, uang kita hilang, aku pikir Pak Pendeta yang mengambil uang 50 Euro di meja itu. Padahal uang itu akan aku berikan untuknya.”

Dengan marahnya sang suami berkata, “Jika begitu, dia pencuri! Janganlah kita tidak perlu datang ke gerejanya lagi!”

Dua bulan kemudian sang wanita bertemu dengan Pendeta itu di jalan dan dengan terpaksa menyapa Sang Pendetanya.

“Selamat pagi Pak Pendeta, tentu Anda menyadari bahwa sudah lama kami tidak hadir di gereja karena kami marah padamu,” sapa sang istri, “Ketika Anda makan malam di rumah kami, di meja ada uang 50 Euro yang hilang, setelah Anda pergi. Dan pak Pendeta adalah satu-satunya orang yang datang ke rumah kami hari itu.”

Mendengar hal itu, Pendeta dengan tersenyum menjawab, “Ya benar, aku yang mengambil uang itu dan menaruhnya dalam Alkitab Anda, agar tidak terkena tumpahan saus. Maafkan saya, waktu itu saya tidak beri tahu Anda, karena saya pikir kalian tiap hari pasti buka dan baca Alkitab.”

Wanita itupun amat malu dan meminta maaf kepada sang Pendeta.

Setelah kembali ke rumah, ia mengambil Alkitab. Dan benar, sang istri menemukan uang sebesar 50 euro di dalam Alkitab yang sudah dua bulan berada di dalamnya.

Selama dua bulan sang wanita dan suaminya tidak pernah membuka dan membaca Alkitabnya yang adalah Firman TUHAN. Dan selama dua bulan juga, mereka telah menuduh sang Pendeta, bahwa ia telah mencuri uang mereka.

Sahabat yang dikasihi Tuhan, semoga kita tidak seperti kisah suami dan isteri diatas, yang jarang membaca Alkitab, dan berprasangka buruk dan menghakimi orang lain yang belum tentu bersalah. Alkitab hanya di simpan atau diletakkan diatas meja dan tidak pernah dibaca. Alkitab yang berisi Firman TUHAN Yang HIdup.

Terang buat jalan kita dan pelita bagi kaki kita, dan menyegarkan jiwa kita.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

Mazmur 119:105

Kegelapan tidak bisa menguasai kita, jika kita Berpegang pada Firman Tuhan dan membaca Alkitab Setiap hari.

“Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.”

Mazmur 19:8-9

Membaca Alkitab setiap hari membuat mata kita bercahaya dan memberikan hikmat, dan kita tidak akan tersesat. Karena “siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN” (Amsal 16:20).

“Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu. Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.”

Mazmur 119:97-101


Header photo by Daniel Salcius on Unsplash