God's Spot

God's Spot

"Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah?"
-- 1 Korintus 6:19

Di mana Tuhan di dalam tubuh kita?

Tepatnya, di manakah Tuhan menempatkan diri-Nya di anggota tubuh kita? Jawabannya adalah di 'pikiran imajinatif' kita, di fungsi otak kanan kita, di sanalah Tuhan bersemayam.

Mari kita eksplorasi beberapa Firman Tuhan ini:

"Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati."
-- Ibrani 8:10

Akal budi dalam bahasa Yunani adalah dianoia yang artinya 'pikiran imajinatif' atau 'fungsi otak kanan' kita. Para peneliti otak manusia, melalui FMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging) telah mengadakan eksperimen. Mereka menyatakan bahwa ketika seseorang berdoa dengan khusuk, dan di bagian kepalanya sambil dipasang peralatan FMRI, maka akan Nampak di layar monitor, bagian otak sebelah kanannya bersinar merah. Hal ini sebagai tanda bahwa ada aktivitas gelombang Alpha (13,9 - 8 Hz) hingga gelombang Theta (7,9-4 Hz). Hal ini membuktikan bahwa memang area Tuhan ada di bagian otak kanan kita. Di mana imajinasi kita menjadi area dimensi 4 (dimensi Roh) bekerja.

Mari kita melihat Firman dalam Ibrani 10:16 kembali:

"Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati."
-- Ibrani 10:16

Sekali lagi kitab Ibrani menekankan, memperjelas hingga kedua kalinya, bahwa Tuhan berkomunikasi dengan kita melalui 'akal budi' atau 'alam imajinasi' kita.

Berimajinasi Roh Jahat

Kalau kita tidak menggunakan imajinasi kita untuk Tuhan, maka roh jahat akan memanfaatkan imajinasi kita lebih banyak daripada imajinasi mengenai kebenaran Tuhan. Contoh: kita lebih mudah membayangkan tuyul yang kecil, pocong, drakula, dan wujud setan-setan lain di mana di bioskop-bioskop bahkan stasiun televise selalu saja ada penayangan film-film setan. Mengapa? Karena pada dasarnya, setan ingin mempromosikan dirinya, bahwa dia memang ada dan nyata.

"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."
-- Filipi 4:8

Firman Tuhan katakan, kita harus memikirkan semua yang benar, yang mulia, yang adil, yang suci, yang manis, yang sedap didengar, dan yang disebut kebajikan dan patut dipuji, agar roh jahat tidak bisa memanfaatkan 'alam imajinasi' kita.

Berimajinasi Duniawi

Membayangkan jadi kaya, sukses, terkenal, menjadikan perasaan kita senang, bangga dan termotivasi. Bahkan, membayangkan percabulan dan perzinahan membuat kita terangsang dan naik hawa nafsu dalam diri kita.

Rasul Paulus pernah menegur jemaat Tuhan di Galatia dengan teguran yang sangat keras:

"Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapa yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?"
-- Galatia 3:1

Jemaat Galatia adalah jemaat yang sudah percaya Tuhan, namun salah dalam menggunakan imajinasi mereka, lebih untuk hal-hal duniawi.

Yesus juga pernah menegur keras penyalahgunaan imajinasi yang berakibat dosa:

"Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, ia sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya."
-- Matius 5:28

Menginginkan dengan hati adalah bentuk pelampiasan hawa nafsu melalui imajinasi kita. Karena itu, imajinasis kita adalah sebuah dunia maya dalam diri kita. Yesus memperingati kita bahwa hokum dosa berlaku pada imajinasi kita yang seharusnya menjadi 'tempat atau area Tuhan bersemayam'.

"Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu pernyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu, sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus."
-- 1 Petrus 1:13-16

Rasul Petrus mengingatkan agar kita mempersiapkan, menggunakan akal budi atau pikiran imajinatif kita untuk bisa menerima 'pernyataan Ilahi', 'mujizat', 'iman', dan 'karunia Roh Kudus'. Kekudusan menjadi syarat mutlak bagi pikiran imajinatif kita, karena di sanalah Allah meletakkan diri-Nya. Immanuel, yang berarti: Allah beserta kita.

Sekarang kita tahu di manakah 'meeting point' kita dengan Tuhan, yaitu di alam imajinasi kita yang sudah dikuduskan oleh Darah Kristus, "yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, yang akan menyucikan hati nurani [alam imajinasi] kita dari perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup." (Ibrani 9;14)

Mari kita antusias, mempraktekkan doa dan saat teduh kita dengan aktivasi imajinasi kita yang sudah dikuduskan oleh Darah Kristus.

"Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati [alam imajinasi] yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati [alam imajinasi] kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni." -- Ibrani 10:22

Temui Tuhan setiap saat, karena sekarang kita sudah tahu di mana Tuhan berada. Di dalam diri kita sendiri, pada imajinasi kita.

"Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan Firman-Ku tinggal di dalam [imajinasi] kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."
-- Yohanes 15:7

Last modified on
More in this category: « Leadership Skills
CIMB Niaga lt. 6
Jl. Daan Mogot Raya no. 95C, Jakarta Barat
(021) 5604323/24
(021) 5604325
GBI Grogol Rayon 1B 2013.