Leadership Skills

Leadership Skills

50 Leadership Skills dengan nara sumber dari Holistic Learning Center “Life and City Transforming” Jakarta diadakan oleh Asosiasi Pendeta Indonesia Jakarta Barat, Jaringan Doa Sekota, GBI Perwil Jakarta Barat di GBI Mal Matahari (Sabtu, 22/6).
Sesi ini terdiri dari 4 yaitu sesi Pertama, People Management Skill dan sesi kedua, Motivating People Skill (pembicara Andre Lesmono). Sesi ketiga, Directing People Skill dan Evaluating People Skill (pembicara Dr. Jakoep Ezra).

People Management Skill memiliki pengertian kemampuan mengelola respon atas perbedaan yaitu personaliti, karakter, temperamen orang lain untuk mencapai sebuah solusi dan sinergi.
Keunikan manusia terdiri dari 3 hal diatas yaitu personaliti berkaitan dengan sikap (tingkah laku) yang ditunjukkan pada waktu di depan orang lain. Karakter ialah respon tingkah laku yang ditunjukkan pada waktu situasi tertekan dan dimuliakan. Temperamen yaitu sikap tingkah laku yang ditunjukkan pada situasi normal.
Kecenderungan Utama Manusia
Berdasarkan analisa Power Character, konsep temperamen sifat dasar manusia terdiri dari 4 “warna” yaitu :

Warna

% Seluruh Penduduk Bumi

Orientasi

Jenis Aktivitas

Merah

3

Tugas

Aktif

Ungu

11

Tugas

Pasif

Kuning

17

Manusia

Aktif

Hijau

69

Manusia

Pasif

Manusia dengan “4 warna” tersebut memiliki kecenderungan utama sebagai berikut :

Warna

Kekuatan

Kelemahan

Merah

Kemauan kuat, mandiri, berani beresiko, ulet, gigih, teguh pendirian, fokus pada tugas dan prestasi, kompetitif dan visioner

Tidak sabar, suka berdebat, kurang berempati, “ngebos”, bicara blak-blakan, nekad, kurang perhitungan, mendominasi, ambisius, mudah bosan

Kuning

Mudah membangun hubungan, komunikatif, periang, antusias, motivator, terbuka, persuasif, responsif, populer,

Emosional, tidak teliti, banyak bicara, pelupa, pendengar yang kurang baik, haus pujian, egois, mudah berjanji, suka berdalih.

Hijau

Ramah, sabar, setia, kooperatif, berempati, mengalah, suka damai, praktis, team person, bersedia membantu, rendah hati

Pasif, apatis, bimbang, kompromi, lambat, kurang inisiatif, batasi diri, menghindari konflik / resiko

Ungu

Teliti, sistematis, penuh pertimbangan, detil, analitis, kritis, teratur dan rapi, punya standar, sempurna, rasional

Sulit membuat keputusan, curiga, pesimis, perfeksionis, selektif bergaul, sombong, sulit percaya, acuh, takut gagal dan dikritik, pengkritik.


Tujuan Memotivasi Orang Lain
Motivating People Skill bermakna memicu semangat melalui tantangan (warna merah), apresiasi (warna kuning), kebersamaan (warna hijau), keakurasian data (warna ungu) untuk mencapai akselerasi dan produktifitas.
Motivasi berasal dari internal terdiri dari visi, misi, nilai-nilai, rasa memiliki-dimiliki, rasa dihargai-berharga, rasa berkemampuan. Motivasi eksternal terdiri dari sistem penghargaan (bonus), disiplin-tekanan-target, promosi dan pengakuan, pembinaan dan pelatihan.
Menolong Orang Lain Meraih Tujuan Hidupnya
Directing People Skill memiliki tujuan untuk menolong orang lain menemukan visi, misi, nilai hidupnya guna memaksimalkan potensi dirinya dan menggenapi tujuan hidupnya.
Directing People Skill memiliki kerangka kerja yaitu tujuan hidup manusia, kualitas kehidupan manusia, metode pengarahan,arah kehidupan dan penghalang pengarahan.
Tujuan utama kehidupan meliputi menghidupi panggilannya, memaksimalkan potensi dirinya, mencapai keserupaan dengan sang pencipta. Potensi diri manusia terdiri dari 5 unsur yakni pola pikir, pola rasa, pola bicara dan pola bertindak. Kualitas hidup manusia memiliki 3 kriteia yakni berkualitas tertinggi, termulia dan berkualitas ilahi. Untuk mencapai hal itu, diperlukan metode pengarahan seperti observasi, eksplorasi, motivasi, evaluasi, koreksi terhadap orang lain.
Meskipun demikian, terdapat sederet penghalang dalam hal ini yaitu kemauan yang banyak sehingga seseorang tidak bisa fokus, tidak meyakini-tidak percaya, tidak tahu tujuan (tidak jelas arahnya), kemalasan (penundaan pekerjaan), banyak alasan (kurang komitmen), kemiripan tujuan (kepalsuan arah).
Dr. Jakoep mengutip penelitian Bobby Clinton yang menghasilkan hasil mengejutkan : 20% tokoh Alkitab PL dan PB berhasil sampai akhir (finishing well), namun sebaliknya 80% gagal.
The Right Man in The Right Position
Guna mencapai hasil kinerja yang maksimal, perlu dilakukan evaluasi terhadap seseorang (Evaluating People Skill). Evaluasi berkaitan dengan 3 titik kritis yakni barang, orang, dan situasi.
Karakter utama seseorang dengan warna merah, kuning, hijau tidak cocok untuk mengurusi barang-barang karena mudah merusakkan barang tersebut, lupa bahkan ketinggalan dan lain-lain. Untuk tugas ini, lebih cocok dipegang oleh “orang ungu”.
Sementara itu, karakter orang “merah dan ungu” kurang cocok untuk menjalin komunikasi verbal dan non verbal dengan orang lain (negosiasi atau kehumasan, Red). Posisi ini lebih cocok dipegang oleh orang “kuning dan hijau”. Untuk posisi kerja dengan tekanan tinggi, berubah-ubah perlu ditempatkan orang yang sesuai (merah dan hijau) namun, tidak cocok untu orang “ungu dan kuning”.
Ia mengutip penmuan Paul G. Stoltz yakni “AQ (Adversity Quotient)” yaitu suatu ilmu untuk mengetahui mental seseorang. AQ membagi bidang menjadi 4 hal yaitu jumlah masalah (control), sumber masalah apa (origin), daya tahan seseorang ketika menghadapi masalah (berapa lama) atau E (endurance).
Pertemuan “50 Leadership Skills” ini terdiri dari 50 kali pertemuan dengan isi 4 sesi pada setiap tatap muka. Dukung dan doakan pelayanan-pelayanan gereja lokal sehingga bisa “mencetak” pelayan-pelayan Tuhan yang handal dan sesuai dengan karakter utama dalam hal penempatannya di ladang Tuhan sehari-hari. [pram].

Last modified on
CIMB Niaga lt. 6
Jl. Daan Mogot Raya no. 95C, Jakarta Barat
(021) 5604323/24
(021) 5604325
GBI Grogol Rayon 1B 2013.